Lampu Hijau Adiwiyata

adiwiayata2

 

Persiapan  menuju  sekolah  berbasis  adiwiyata  telah  rampung  . tepatnya  pada  tgl  1 Maret 2015 tim  penilai  adiwiyata telah datang  ke  SMA Negeri 2  Pekanbaru.  Mereka  adalah  Dra Ema dari  Badan Lingkungan  Hidup Kota Pekanbaru dan  Drs. Firdaus  dari  Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.

Objek  yang  dinilai apa ya ?

Dipandu  oleh  kordinator  adiwiyata  SMA Negeri 2 Drs. Damri Khalid, tim penilai pun  menyusuri  sudut-sudut  Sekolah.  Objek  pertama yang menjadi  bahan pantauan adalah kerindangan. Pepohonan  yang menghijau  dan tanaman yang bervariasi  satu persatu  mendapat  perhatian  serius. Tanaman  itu antara lain, sayuran  dalam media barang bekas, hingga tanaman rumput.

Objek  lain  yng  menjadi  pantauan  tim  penilai adiwiyata    adalah  peengelolaan  sampah. Mulai  dari  bank sampah hingga  tong  sampah yang  dibedakan  antara  sampah  organik  dengan  sampah  nonorganik.   Tong  sampah  pun dibagi tiga dengan warna  yang berbeda. Tim  juga memantau  ketiga  tong, apakah  sampah  yang masuk  sudah  sesuai  dengan  kriteria   sampah dengan  warna tong  yang telah  ditentukan.

Pemantauan   ternyata  tidak  berakhir  pada lingkunga  fisik  sekolah. Beberapa  lokal pembelajaran  juga  sempat  dipantau.  Pertanyaan yang  muncul dalam  ruang  belajar antara lain, keterkaitan antara  materi pembelajaran  dengan adiwiyata. Pertanyaan  yang  ditujukan  kepada siswa adalah  seputar  pemahaman  adiwiyata bagi siswa.

Bagaimana  hasilnya ya ?

Hingga  warta  ini diturunkan,  hasil  penilaian secara kuantitatif  memang  belum  ada. Namun jangan  cemas  dulu. Sesuai  informasi  yang diberikan   oleh   kordinator  adiwiyata  SMA Negeri  2, Bapak  Drs. Damri  Khalid bahwa Sekolah disarankan  agar  mempersiapkan  adiwiyata  tingkat  provinsi.  Semoga  saran itu menjadi  sinyal bahwa  SMA  Negeri  2  telah  lulus uji  program  Adiwiyata  tingkat kota (Redaksi SMANDA – TIN)